Kepala Sekolah SMK KAL-1 saat menyematkan tanda ketua osis tahun pelajaran 2019/2020

Mojokerto, (25/9) Setelah melaksanakan acara inti latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) di Pacet Mojokerto Jawa Timur, para siswa SMK KAL-1 melaksanakan program pemilihan  Ketua Osis ,  terpilih sebagai Ketua Osis Petrasesus Gutres Tarigan dari Jurusan (TPM- B) Teknik Pemesinan  melalui pemilihan secara demokratis dengan melibatkan selurus siswa (167) siswa kelas X  tahun pelajaran 2019/2020.

Pemilihan Ketua Osis yang di pandu oleh pembina osis I Ketut Pastika, S.Pd., Msi diawali dengan paparan visi dan misi  para kandidat calon yang terdiri dari 7 siswa yang sudah terpilih  sebelumnya.

Setelah  mendengarkan visi dan misi tersebut baru dilaksanakan pemiihan secara tertutup. Dari hasil pemilihan tersebut sebagai keluar sebagai wakil osis jatuh kepada  Vicentius Vivaldi Lami jurusan Gope jurusan (TPM-B), sekertaris  terpilih Sharly Nurul Barokah jurusan (TAV) dan bendahara terpilih Arum Lestari jurusan (TAV).

Pada malam hari setelah melaksanakan berbagaikegiatan yang melelahkan , dilaksanakan hiburan malam,membangun kebersamaan dengan riang ria. Acara untuk saling mengakrabkan satu sama lain ini bermaksud untuk merekatkan kembali kearaban antara senior dan junior yang selama dua hari belakangan sempat merenggang karena proses LDKS.

"Acara ini tujuannya untuk mencairkan suasana yang selama 2 hari menegang. Karena selama proses LDKS, para senior biasanya marah-marah sama juniornya, dengan acara ini semoga keakraban yang tadinya terjalin bisa kembali erat seperti sediakala, bahkan lebih akrab lagi dari sebelumnya," ujar Kepsek SMK KAL-1 Letkol Laut (KH) Drs. Burhan , M.Pd, Jum’at (27/9) sebelum melaksanakan upacara peresmian pengukuhan  Ketua Osis  bterpilihbeserta jajarannya dalam sebuah upacara yang berlangsung dan diikuti oleh seluruh manajemen, guru dan staf SMK KAL-1 yang ikut mendampingi selama kegiatan  LDKS.

"Saat di dalam suasana hiburan malam dengan nyanyi yang di ringi electone, semua suasana mencair. Tidak ada lagi gep antara peserta dan panitia seperti sebelumnya, itu yang kami harapkan, persoalan emosi yang ada di antara mereka harus dituntaskan, jangan sampai terbawa pulang ke Surabaya, karena akan jadi persoalan besar jika persoalan perasaan itu tidak selesai”  Luar bisa mereka,  kompak dan bersatu dalam menatap seluruh kegiatan di sekolah  yang akan datang (YHT/dar).