Ketua Tim Kesehatan Puskesmas Morokrembangan saat menjelaskan faedah imunisasi difteri /ORI kepada siswa-siswi SMK KAL-1 dan suasana pelaksanaan suntik oleh tim kesehatan kepada siswa  yang berlangsung di Ruang Praktek Siswa (RPS).

Surabaya,(21/11).

Sebanyak 633  siswa Sekolah Menengah Kejuruan  Khusus Angkatan Laut ( SMK KAL-1 ) Surabaya, Rabu(21/11) menerima suntikan imunisasi difteri atau outbreak response immunization difteri ( ORI difteri) yang di laksanakan oleh Petugas kesehatan dari Puskesmas Morokrembangan Surabaya yang bertempat di Ruang Praktek Siswa/RPS.

  Untuk diketahui, ORI dilakukan untuk menurunkan angka kejadian difteri. Sebab, difteri merupakan suatu penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae.

Tim kesehatan dari Puskesmas Morokrembangan di pimpin langsung oleh  Fatonah Anggraeni, AMd. Keb, beberapa hari sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan  Kepala Sekolah SMK KAL-1 Drs Burhan, M.Pd bahwa dalam beberapa hari kedepan akan melaksanakan suntikan ORI kepada siswanya. Pelaksanaannya  di bantu oleh  Fachrullya, Amd . Keb, Ika Fentining, Amd. Keb,  Syafitria, S.KM,  Ani Masito, S.KM,  Agus Wahyudi, Amd.GZ, berlangsung selama 3,5 jam yang di mulai dari 09.00 hingga 12.30 WIB.   

Menurut Tim kesehatan tersebut, gejala penyakit ini ditandai dengan adanya peradangan pada selaput saluran pernafasan bagian atas, hidung, dan kulit. Gejalanya yaitu demam yang tidak terlalu tinggi. Namun yang terjadi sebenarnya adalah adanya selaput yang menutup saluran napas. Selain itu, bakteri tersebut mengakibatkan gangguan jantung dan sistem syaraf.

 ORI dilakukan untuk anak usia 1 hingga 19 tahun. Nah, ORI difteri kali ini merupakan yang ketiga di tahun ini. Sebelumnya ORI satu dan dua sudah diadakan. Pelaksanaan Disteri tahap satu di SMK KAL telah dilaksanakan pada (06/02) dan pada tahap dua pada  ( 21/08) yang dilaksanakan oleh tim kesehatan yang sama dari Puskesmas Mororembangan Surabaya.“Kadang itu banyak yang tidak mau. Tetapi sesuai dengan anjuran pemerintah, pemberian vaksin dilakukan tiga tahap,” katanya ketua tim kesehatan.

Pada pelaksanaan kali ini terdapat dua kelas yang tidak bisa mengikuti suntik ORI, yaitu kelas XI TKR-A (Teknik Kendaraan Ringan) dan kelas XI TKR-C yang dikarenakan baru menjalan kan tugas PSG ( Pendidikan Sistim Ganda) di perusahaan-perusahaan sebagaipersyaratan kenaikan ke kelas  XII yang akan datang , namun masih ada juga beberapa siswa yang tidak bisa mengikuti suntik pada hari ini, mereka diharapkan bisa hadir ke Puskesmas Morokrembangan untuk mendapatkan pelayanan suntik difteri/ ORI tersebut (dar).